Begitu banyak peninggalan tradisi Megalitik di sekitar Gunung Salak yang layak untuk dikunjungi. Selain  peninggalan berupa punden berukir nilai sejarah yang memang banyak terdapat di sana, kali ini kita juga akan menjumpai peninggalan masa lalu berupa situs batu kursi dan batu monolit berbentuk piramida tak sempurna yang lebih dikenal dengan nama batu Aseupan

Berada di hamparan bukit Kampung Pasir Tengah RT 05, RW 04, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, terdapat Situs Batu Kursi yang melegenda. Situs ini ditemukan sekitar tahun 2011 oleh badan Arkeologi dari Bandung. Kalau batunya sendiri sudah ada sejak lama ditahun 1950an. Mitos-mitos sudah mulai berkembang tentang situs ini. Namun ketika diresmikannya menjadi situs ini sekitar tahun 2011 oleh Badan Arkeologi dari Bandung dan Pemerintahan Kabupaten Bogor, dari situ barulah situs ini dibuka untuk umum dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Bentuk monolit ini meruncing ke atas dengan sisi – sisinya membentuk empat bidang miring. Tiga dari empat bidangnya memiliki permukaan yang cukup rata. Salah satu bidang datarnya menghadap ke selatan (puncak Gunung Salak). Tingginya mencapai empat meter. Bagian baratnya seolah – olah terpancang sehingga bagian bawahnya membentuk sebuah ceruk. Melewati ceruk ini mengalir selokan kecil dari arah selatan (atas) menuju utara.

Masyarakat lokal menyebutnya sebagai Batu Aseupan atau batu kukusan. Bila dilihat sepintas  bentuknya kerucut yang mengingatkan kita pada bentuk kukusan (alat masak tradisional).

Untuk menempuh dua situs ini, Anda cukup menemukan atau bertanya dimana Pasar Danas kepada warga Cijeruk. Hanya memakan jarak 2 km dari pasar tersebut, Anda akan sampai di situs Batu Kursi dan Batu Aseupan yang menawan. Pemandangan yang asri, ditambah bukit yang elok, dan hijaunya perkebunan, akan menemani perjalanan Anda di sekitar lokasi ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here