Generasi milenial atau generasi jaman ‘now’ telah terbukti mempunyai bilik peluang besar untuk mengedepankan inovasi dan ide-ide kreatifnya dalam terjun dalam dunia bisnis. Hal ini tentu bukan karena factor prasarana yang sudah banyak  mendukung aktivasi dengan kemudahan teknologi yang ada saat ini.

Untuk belajar segala sesuatu misalnya, generasi milenial sekarang sudah terbiasa untuk belajar di space domain-domain website, blog atau Youtube. Bicara tentang hal promosi, media sosial sudah sangat membantu para pelaku usaha, bahkan untuk para wirausahawan pemula sekalipun.

Salah satu bisnis yang menarik untuk generasi milenial adalah bisnis clothing line. Sebenarnya, istilah clothing line itu mengacu kepada usaha memproduksi sebuah desain fesyen, entah itu baju, kaos dan sebagainya. Namun, clothing line sering disalahartikan dengan usaha distro. Sekilas, ini terlihat sama, namun sebenarnya jauh berbeda. Distro,seperti kepanjangannya distribution store merupakan model bisnis yang mendistribusikan produk fashion tertentu, sementara clothing line ialah menciptakan sebuah brand fashion.

Bisnis clothing line ini memiliki prospek pasar yang menjanjikan, karena produk sandang merupakan kebutuhan setiap manusia yang harus dipenuhi. Bisnis clothing line tidak akan pernah mati, hanya saja trennya memang diakui selalu berubah-ubah yang banyak menuntut imajinasi inovasi yang kreatif dan ekspresif.

Nah, sebagai bukti riil  bisnis clothing line di kota seni Yogyakarta ada industri clothing dengan sentuhan seni pena yang sangat fantastis baik dari sisi estetika dan varian model designnya yang anti mainstream. Usaha clothing dengan nama Daniel Clothing berdiri sejak tahun 2015. Awal mula berdiri, produk yang dihasilkan masih sejenis yaitu hanya Kaos Lukis saja.

Namun seiring dengan bergulirnya mesin waktu, bisnis Daniel Clothing Yogyakarta ini  berkembang dengan merilis karya inovasi produk baru yaitu totebag lukis dan topi bucket lukis. Desain dan Motif nya pun berkembang, ada lukis abstrak, motif request dari pelanggan, lukis wajah, ombre, tie dye dan masih banyak custom menarik yang lainnya.

Daniel Richo Ade Arvian selaku pemilik clothing memaparkan bahwa untuk proses finishing produknya memerlukan waktu yang agak lama yaitu sekitar 3-5 hari. Hal ini dikarenakan dalam prosesnya dengan melukis produk satu persatu, menggunakan pewarna batik yang tahan lama dan tidak luntur.

Beberapa tahapan proses produksi antara lain Melukis, Menjemur, Mengunci Warna, dan tahap terakhir yaitu Mencuci dan Menjemur kembali. Untuk menjumpai showroom clothing kenamaan ini berada di Kompleks Obyek Wisata Tamansari (Water Castle) Yogyakarta.

Daniel Clothing Yogyakarta

Taman KT 1/480 RT 38 RW 09 Patehan, Kraton, Yogyakarta 55133

No. HP / Whatsapp –  081931751470

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here