Semenjak residu tepung di permukaan batuan ditemukan di daratan benua Eropa pada mesin waktu 30 ribu tahun silam, roti dianggap menjadi makanan olahan tertua di dunia. Pada waktu itu tepung sudah mulai diekstraksi dari umbi-umbian, misalnya dari tumbuhan jenis Typha dan tumbuhan paku.Tepung ditebarkan di atas batu yang datar, dibakar dengan api, menjadi flatbread primitif. Selanjutnya dengan munculnya era neolitikum dan perkembangan pertanian pada 10 ribu SM, biji-bijian menjadi bahan utama roti.Bibit ragi memang belum dikenal, sehingga adonan mengembang secara alami, tanpa banyak campur tangan manusia. Pada awalnya, ada beberapa sumber teknik pengembangan roti.Ragi yang ada di udara bisa didapat dengan membiarkan adonan yang belum matang terekspos udara beberapa waktu sebelum dimasak. Sedangkan Bangsa Galia dan Iberia dilaporkan menggunakan bir yang sudah diskim yang disebut barm, untuk membuat roti yang lebih ringan dari yang biasa dibuat orang.

Kini dengan kemajuan teknologi, manusia membuat roti dengan berbagai bahan seperti garam, minyak, mentega, ataupun telur untuk menambahkan kadar protein di dalamnya sehingga didapat tekstur dan rasa yang lebih baik. Masyarakat di negara-negara barat menggunakan roti sebagai makanan pokok. Di Indonesia sendiri roti telah cukup lama dikenal sebagai bahan makanan. Melalui pengaruh budaya kaum kolonial yang sehari-hari mengkonsumsi roti, jenis makanan ini mulai dikenal warga pribumi sejak zaman Belanda, sekitar 1930. Kala itu roti sudah mulai diperjualbelikan, ada yang berkeliling dengan menggunakan gerobak, dan sepeda.Pada saat itu tekstur roti masih kasar dan agak keras. Namun mulai era 1950 an cita rasa roti sudah lebih gurih, dengan aroma yang lebih harum dengan pemakaian mentega.Tekstur roti saat itu masih padat dan kurang mengembang karena hanya dikembangkan di suhu ruang dalam baskom yang hanya ditutup oleh lap basah. Sekitar 1970 an roti-roti dengan isi keju parut, coklat messes, serta roti goreng long jhon mulai diperkenalkan pada publik hingga sekarang. Orang Belanda menyebut roti dengan sebutan brood.Kini, banyak sekali modifikasi roti dari berbagai negara yang masuk ke Indonesia dengan rasa dan tekstur yang bervariasi. Serta keanekaragaman tepung yang digunakan dan dengan teknik pembuatan yang berbeda serta modern. Dengan kemajuan teknologi, roti terbaru dari berbagai negara tak perlu waktu lama untuk masuk ke Indonesia.

Salah satu gerai roti yang berlokasi di bilangan Jakarta Selatan tepatnya di Bulungan Blok M Jakarta Selatan anda akan menjumpai gerai roti yang unik dan menarik dengan nama populer Broodmet roti isi ala Suriname.

Eric Dion sebagai pemilik gerai  Broodmet roti isi ala Suriname ini menceritakan bahwa dirinya terinspirasi ketika  dia sering  berjelajah ke Negeri Suriname. Disana sering tersaji sebuah makanan favoritnya, yaitu roti yang isinya lauk pauk. Setelah kurang lebih 3 tahun melakukan persiapan dan analisa yang matang, akhirnya roti yang dibayangkan olehnya, sama dengan yang di Suriname menjadi kenyataan. Dari sinilah jiwa kewirausahawanannya muncul guna mengembangkan bisnis roti ini dan siap dipasarkan di seantero Indonesia.

Roti Broodmet roti isi ala Suriname ini menyajikan citra rasa spesial aneka macam varian menu roti yang disajikan, ada menu isi rendang daging, makanan kebanggan Indonesia yang rasanya terkenal sangat lezat , menciptakan rasa yang sangat nikmat,ada roti isi ayam roti berisi ayam yang disuwir dan dibumbui lezat dan pasti cocok dimakan bareng roti,ada juga roti isi ikan tongkol, ikan tongkol yang dibumbu gurih dan ditumis agak pedas  dan yang tidak kalah lezatnya ada roti isi oseng-oseng, dengan isi banyak macam oseng oseng di Nusantara kita tercinta, seperti oseng oseng ati ampela, oseng oseng kacang teri, oseng oseng telur,bakso dan wortel, dan masih banyak varian menu isi roti lainnya yang harganya dibandrol dengan harga 15 ribu rupiah dengan jam buka setiap hari mulai jam 7 pagi sampai 10 malam, dimana volume pengunjung gerai ini yang tidak pernah sepi dari pembeli.

Selain asik buat nongki untuk berbagi pemikiran dan karya ide positif, sembari menikmati roti broodmet ala Suriname,di gerai inipun disediakan pula minuman aneka jus buah yang meyegarkan. Sisi lain yang menjadi habit/kebiasaan pembeli disini adalah tidak sedikit para pembeli sehabis bersantap roti isi ala suriname di gerai ini, tak lupa pula dengan memborong beberapa bungkus khusus teruntuk orang-orang terkasih di rumah.

Eric yang juga Founder Mojokuto Corp juga menambahkan bahwasannya dirinya memberikan peluang mitra kerjasama usaha secara terbuka bagi Anda yang ingin menjalin kerjasama secara franchise.

Jl.Bulungan Blok C1 No.1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan

HP/WA – 08388270090

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here