Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum terletak di Propinsi Jawa Barat. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan CampakaKabupaten Cianjur. Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kecamatan Warungkondang, di jalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks  utamanya kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan total areal situs ini  mencapai 3 hektar, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

Situs Gunung Padang  Jawa Barat ini, terdapat sisa-sisa kompleks berbatu dan beberapa monumen yang dianggap sebagai keajaiban arkeologi. Sejak ditemukan, Gunung Padang disebut-sebut sebagai situs megalitik terbesar di seluruh Asia Tenggara. Satu hal yang sampai saat ini  menjadi teka-teki yang penuh spekulasi adalah belum ada yang mengetahui secara validitas apa yang mungkin tersembunyi dan terkubur di bawahnya.

Dalam sebuah studi terbaru yang dipresentasikan pada pertemuan AGU – American Geophysical Union 12 Desember 2018 di Washington, tim peneliti Indonesia dalam penelitiannya selama ini memaparkan data-data yang menyatakan bahwa Gunung Padang merupakan struktur piramida tertua di dunia.

Penelitian mereka, yang telah dilakukan selama bertahun-tahun, mengungkapkan bahwa Gunung Padang tidak hanya bukit seperti yang biasa kita lihat, melainkan serangkaian struktur kuno dengan fondasi berasal dari sekitar 10 ribu tahun lalu (atau bahkan lebih tua). “Studi kami membuktikan bahwa strukturnya tidak hanya menutupi lapisan atas, tapi juga membungkus lereng sekitar 15 hektar. Dengan kata lain, strukturnya tidak dangkal dan berakar lebih dalam,” tullis peneliti. Menggunakan kombinasi dari beberapa metode survei–termasuk ground penetration radar (GPR), tomografi seismik, dan penggalian arkeologi–tim peneliti mengatakan Gunung Padang bukan struktur buatan, tapi dibangun di atas periode prasejarah secara berturut-turut. Bagian paling atasnya terdiri dari kolom-kolom batu, dinding, jalan, dan ruang-ruang. Sementara itu, lapisan kedua berada sekitar 1-3 meter di bawah permukaan bagian atas. Menurut peneliti, lapisan kedua ini sebelumnya telah disalahartikan sebagai formasi batuan alami. Padahal, sebenarnya itu adalah susunan batuan kolom yang diatur dalam struktur matriks. Di bawahnya, terdapat lapisan ketiga yang terdiri dari batuan bersusun serta ruang bawah tanah yang besar–memanjang sampai kedalaman 15 meter. Dan lapisan keempat, terbuat dari batuan basalt yang entah bagaimana dimodifikasi atau diukir oleh tangan manusia. Peneliti mengatakan, penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa lapisan pertama berusia 3.500 tahun, lapisan kedua 8.000 tahun, dan lapisan ketiga sekitar 9.500 hingga 28.000 tahun.

Danny Hilman Natawidjaja sebagai kepala penelitian ini sekaligus ahli geofisika dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengungkapkan bahwa strukturnya yang kuno dan luas mungkin memilik basis keagamaan.

Untuk sekarang, hal tersebut masih menjadi spekulasi, tapi jika klaim peneliti tentang struktur piramida ini memang benar, maka Gunung Padang akan menjadi temuan utama dan fenomenal  yang dapat menantang gagasan mengenai kemampuan peradaban masyarakat prasejarah. Sayangnya, hingga sekarang, masih belum ada yang bisa benar-benar menguak misteri di balik situs Gunung Padang ini. Meski begitu, jika suatu saat nanti penggalian benar-benar dilakukan, para ahli berpendapat bahwa bangunan yang tersembunyi di situs ini akan berukuran lebih besar dari Candi Borobudur.

Namun sampai saat itu tiba, sementara ini kita hanya bisa datang ke sana, menikmati reruntuhan bebatuan yang menghiasi area perbukitan, dan berkhayal soal apa yang tersembunyi di dalamnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here